ASFIKA: Yaumul Rashdul Qiblah (Observasi Penentuan Arah Kiblat)

Ibadah sholat merupakan kewajiban yang harus diamalkan oleh umat islam diseluruh belahan dunia. Karena menjadi kewajiban tentunya kita sebagai muslim harus mengetahui syarat dan rukun wajib dari ibadah sholat. Salah satu dari syarat dan rukun wajib dari sholat adalah kita harus menghadap kiblat (arah ka’bah). Tidak hanya sekedar meniatkan saja, kita sebagai muslim akademisi harus benar-benar memperhitungkan dan menganalisis apakah arah kiblat kita sudah benar atau belum sesuai dengan koordinat tempat tinggal kita.

Sebuah kekuasaan Allah SWT yang diterangkan di dalam Al Qur’an surat Yasin ayat 37-38:

Dan suatu tanda kebesaran Allah SWT bagi mereka adalah malam; Kami tenggelamkan siang dari malam itu, maka seketika itu mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Allah Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui”.

Pada jam 16:18 tanggal 27-28 Mei 2017 yang bertepatan dengan awal bulan Romadhon posisi matahari berada pada koordinat (21,4oLU dan 39,8oBT) yang sejajar atau tepat dengan koordinat ka’bah. Peristiwa ini dalam astronomi atau ilmu falaq dikenal dengan istilah Yaumul Rashdul Qiblah, sehingga ketika kita melihat matahari pada waktu tersebut kita mendapatkan representasi dari arah ka’bah.

Sebagai cendikiawan mulsim, mahasiswa STKIP Nurul Huda yang terhimpun dalam organisasi ASFIKA (Astro Fisika) memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengadakan observasi untuk mengkoreksi kembali arah kiblat kita. Dari hasil kegiatan observasi tersebut dari tim yang sudah tertbentuk mensosialisaikan ke Masjid dan Mushola-mushola di sekitar Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja untuk menjadi gambaran arah kiblat. Kegiatan sosial edukasi religious ini kami selenggarakan bukan untuk menyalahkan atau merubah arah kiblat yang selama ini digunakan masyarakat di masjid/mushola lingkungan Pondok Pesantren Nurul Huda, tetapi mengkoreksi kembali arah kiblat bagi yang selama ini kurang akurat arahnya. Sebagai usaha kita mencapai kekhusuan dalam menunaikan ibadah sholat di bulan romadhon ini. Amin

Penulis: Fatkhur Rohman, M.Pd.

Galeri Kegiatan:

[gdl_gallery title=”observasi-penentuan-arah-kiblat” width=”150″ height=”150″ ]

Pengamatan dan Sholat Gerhana Matahari

IMG_2691

STKIP Nurul Huda semakin menunjukkan kapabilitasnya seiring dengan berjalanannya waktu, khususnya pada program studi Pendidikan Fisika. Salah satu buktinya yakni ikut sertanya program studi ini mengamati gejala alam yang langka terjadi ini, yakni gerhana matahari 9 Maret 2016 yang lalu. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mengajak masyarakat sekitar dan sekolah-sekolah untuk ikut serta dalam melakukan pengamatan.

Selain melakukan pengamatan, juga di selenggarakan sholat gerhana. Selain menambah wawasan keilmuan, diharapkan kegiatan ini juga bisa menambah keimanan dan tingkat ketakwaan.

Kegiatan yang di komandani olah Ibu Siti Anissatur Rafiqah, M.Pd ini terbilang sukses, pasalnya dalam melakukan pengamatan ini sudah dilengkapi dengan alat teleskop yang sudah mendukung dalam pengamatan. Kegiatan ini juga melibatkan beberapa mahasiswa pendidikan fiska, dan mahasiswa pendidikan agama islam serta seluruh dosen khususnya dosen pendidikan fisika. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga di hadiri oleh Pembantu Ketua 1 (Erwin, M.Pd), Pembantu Ketua 3 (Effendi, M.Pd), Ketua Program Studi Pendidikan Fisika (Thoha Firdaus, M.Pd.Si).

IMG_2710

Dalam sedikit sambutanya, Bapak Erwin, M.Pd. menginginkan agar kegiatan-kegiatan ilmiah seperti ini terus diadakan, agar keilmuan mahasiswa juga menjadi meningkat. Juga pemaparan dari Bapak Thoha Firdaus, M.Pd.Si, bahwa kegiatan positif dan baik ini akan terus didukung dan selalu melibatkan mahasiswa.  Tidak hanya menambah bidang keilmuan dalam segi teori, akan tetapi dalam praktiknya juga mahasiswa harus memahami.